Biodata Dan Biografi Singkat Lengkap Profil RA Kartini

Advertisement
Advertisement
Biografi Singkat Lengkap Profil RA Kartini - Biografi adalah salah satu keterangan kehidupan seseorang, yang lebih kompleks daripada daftar tanggal lahir atau data-data pekerjaan seseorang. Biografi bisa bikin cerita atau perasaan di dalam kejadian-kejadian seseorang tersebut, Yang lebih jelasnya arti dari biografi yaitu, menjelaskan secara lengkap tentang kehidupan seperti seorang tokoh atau pahlawan dari sejak kecil sampai tua bahkan sampai meninggal

Hampir semuanya di jelaskan dari jasa, karya, dan semua yang di hasilkan atau yang sudah di lakukan oleh seorang tokoh atau pahlawan pastinya di jelaskan juga. Biasanya teks biografi di susun oleh orang lain seperti yang akan di ceritakan di dalam artikel kali ini. Biografi itu bemacam-macam ada biografi singkat ada juga biografi yang lebih detail atau kumplit.

Dan disini Zimosy.com akan memberikan biografi singkat atau profil kepahlawanan RA Kartini. Raden Ajeng Kartini di lahirkan pada tahun 21 april 1879 di Jepara, dan meninggal pada tanggal 17 September 1904 pada usia 25 tahun di Rambang Jawa Tengah, RA Kartini sebenarnya lebih tepatnya di sebut Raden Ayu Kartini. Dia itu seorang tokoh pahlawan di Indonesia yang di kenal sabagai pelopor kemajuan atau kebangkitan para perempuan pribumi.

Gambar Biografi Singkat RA Kartini

Raden Adjeng Kartini berasal dari turunan priyayi yang berbangsawan jawa, putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang di angkat jadi bupati jepara setelah lahir Kartini. Dan ibunya bernama M.A. Ngasirah. putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono seorang guru agama di telukawur jepara. Ayah Kartini awal mulanya adalah seorang wadana di mayong. Dan peraturan waktu itu, koloniel mengharuskan seorang bupati harus beristri seorang bangsawan.

Ibu Kartini yang bernama M.A. Ngasirah bukan seorang bangsawan, jadi ayahnya kartini menikah lagi dengan seorang yang bernama Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), dia itu keturunan langsung dari raja madura. Setelah itu ayah kartini di angkat menjadi bupati jepara menggantikan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah seorang anak ke 5 dari 11 sodara kandung dan sodara tiri.

Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Pada usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School), harus bisa belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Maka kartini di rumah mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-temannya korespondensi yang berasal dari Belanda, salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Melihat dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa.

Lalu kartini timbul keinginannya ingin memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah. Makanya kartini banyak membaca surat kabar semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, dan dia juga menerima paket majalah yang diedarkan di toko buku langganan. di antaranya majalah ilmu pengetahuan dan kebudayaan, dan juga ada majalah wanita balanda De Hollandsche Lelie. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.

Setelah itu kartini di suruh nikah sama orang tuanya dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah mempunyai tiga istri. Kartini menikah pada tahun 1903 pada tanggal 12 November. Suaminya sangat mengerti keinginan kartini, dan kartini di beri kebebasan dan di dukung penuh untuk mendirikan sekolah wanita, yang bertempat di sebelah timur pintu gerbang kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang saat ini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Anak pertama Soesalit Djojoadhiningrat lahir pada tanggal 13 September 1904, dan menjelang hari meninggalnya katini pada tanggal 17 september tahun 1904 meninjak usia 25 tahun, dan di makamkam di desa Bulu kecamatan Bulu Rembang. Berkat keinginannya dan kegigihannya kartini, kemudian didirikanlah sekolah wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan selanjutnya di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Sekolah tersebut yaitu sekolah yang di beri nama Sekolah Kartini, dan yayasan kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Setelah Kartini meninggal atau wafat Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan semua surat-surat yang pernah di kirimkan oleh raden ajeng kartini kepada teman-temannya di Eropa. Pada saat itu Mr. J.H. Abendanon menjabat sebagai mentri kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Setelah mengumpulakan semua surat-surat di jadikan satu buku yang di beri judul yang bernama Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya (Dari Kegelapan Menuju Cahaya). Buku kumpulan surat kartini di terbitkan pada tahun 1911, dan buku itu di cetak banyak lima kalio, dan cetakan yang terakhir di tambahkan dengan tambahan surat kartini.

Balai putaka menerbikan buku tersebut pada tahun 1922, dalam berbahasa melayu dengan judul yang sudah di terjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang : Boeah Pikiran, yang merupakan terjemahan oleh Empat Saudara. Kemudian tahun 1938, keluarlah Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru. Armijn membagi buku menjadi lima bab pembahasan untuk menunjukkan perubahan cara berpikir Kartini sepanjang waktu korespondensinya. Ini sempat di cetak sebanyak sebelas kali.

Bahkan surat-surat kartini juga pernah di terjemahkan dalam baha inggris oleh Agnes L. Symmers. selain itu juga pernah di terjemahkan dalam bahasa sunda dan jawa. Dengan terbitnya surat-surat yang di jadikan buku itu, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.

Biografi RA Kartini


RA Kartini : Tokoh Pahlawan Nasional
Nama Lengkap : Raden Ajeng Kartini
Nama Lain : Raden Ayu Kartini, RA Kartini
Tanggal Lahir : 21 April 1879
Zodiac : Taurus
Tempat Lahir : Bendera Belanda Jepara, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Tanggal Meninggal : 17 September 1904
Tempat Meninggal : Rembang, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Dikenal karena : Emansipasi wanita
Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam
Pasangan : K.R.M. Adipati Ario Singgih, Djojo Adhiningrat
Anak : R.M Soesalit

Buku RA Kartini

Habis Gelap Terbitlah Terang
Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904
Panggil Aku Kartini Saja
Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya
Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903

Penghargaan RA Kartini

Pahlawan Kemerdekaan yang ditetapkan pada tanggal 2 Mei 1964
Tanggal 21 April merupakan tanggal untuk memperingati hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini
Nama RA Kartini mendapat penghargaan dengan menjadikan namanya sebagai nama jalan di beberapa kota di Belanda. Sebut saja, di Utrecht, Venlo, Amsterdam, Haarlem.

Jadi seperti itulah gambaran secara singkat kehidupan atau biografi ra kartini tokoh pahlawan nasional yang juga sebagai kaum perempuan yang selalu diagung-agungkan. Terima kasih telah membaca profil biodata dan biografi singkat ra kartini dan semoga informasi diatas dapat membantu pembaca untuk dapat mengenal lebih dalam sosok RA Kartini. Dan minta maaf bila ada kesalahaan yang sudah tertulis di atas.

Advertisement